Pesawat Kepresidenan RI Pertama Menyapa Serambi Mekkah Aceh

4/30/2014
Uji ketahanan terbang pesawat kepresidenan Republik Indonesia A-001, Boeing Businness Jett (BBJ2) dimulai dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta pukul 08.30 WIB menuju Lanud Angkatan Udara, Blang Bintang, Aceh Besar, Rabu (16/4).

pesawat kepresiden ri pertama sejak indonesia merdeka
Pesawat Kepresidenan RI seri 737-800 BBJ II mendarat di Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh. (Foto: Antara/Ampelsa)

Pesawat yang membawa 32 penumpang dan 13 kru serta pilot mendarat di Bandara Sultan Iskandar Muda sekitar pukul 11.20 WIB. Beberapa pejabat negara seperti Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Syamsuddin, Kepala Staf Angkatan Darat Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia, Kepala Badan Intelijen Negara Marciano Norman, serta sejumlah pejabat lain ikut dalam penerbangan perdana tersebut.

Kedatangan pesawat ini disambut oleh Kapolda Aceh, Irjen Husein Hamidi, Danlanud Iskandar Muda Kolonel PNB Basuki Rochmad, Kasdam Iskandar Muda Brigjen Purawadi Mukson dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Aceh.

Ini merupakan terbang perdana pesawat presiden RI di tanah air sejak pesawat berwarna biru ini pertama kali diterbangkan dari Delaware ke Wellington pada 7 April lalu.

Saat itu, perjalanan dilanjutkan dari Wellington ke Sacramento. Pesawat kembali diterbangkan pada 8 April dengan rute Sacramento ke Honolulu. Sedangkan pada 9 April pesawat terbang dari Honolulu ke Guam. Lalu sampai ke Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta pada 10 April 2014.

Menurut, pilot Mayor Pnb Noto Casnoto, pesawat berangkat dari Bandara Halim Perdana Kusuma menuju ke Aceh dan selanjutkan akan terbang ke Manado. Setelah itu, esoknya pesawat akan melanjutkan perjalanan ke Miangas dan Pulau Rote sebelum akhirnya mendarat kembali ke bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta.

"Ini terbang keliling Indonesia untuk uji ketahanan terbang, kami mengitari seluruh wilayah Indonesia mulai dari ujung barat, timur, selatan dan utara," jelas Noto.

Mensesneg Sudi Silalahi mengatakan sejumlah keunggulan penggunaan pesawat RI 1 jenis Boeing Business Jet 2 ini dan kenyamanannya dibanding pesawat carter yang biasa disewa.

"Sejak berangkat tadi, kita lihat lebih nyaman pesawat ini dibandingkan dengan pesawat carter. Ini memang dirancang sedemikian rupa untuk hal-hal kenyamanan dan hal-hal teknis lainnya. Jadi pesawat ini memang mempunyai banyak kelebihan," terang Sudi.

"Banyak keunggulannya. Dengan menggunakan pesawat ini, kita mampu menghemat Rp 114,2 miliar pertahun dibandingkan pesawat carter. Bahkan lima tahun, anggaran yang digunakan itu melebihi harga satu pesawat," jelas Sudi.

Menurutnya, Indonesia mampu membeli pesawat karena pertumbuhan ekonomi sudah jauh lebih baik. Sejak Indonesia merdeka 69 tahun lalu, baru ini memiliki pesawat pribadi. Intinya negera juga terbantu dengan penghematan anggaran.

Menurut Ridwan Hasan, Staf Ahli Gubernur Aceh bidang Hukum dan Politik mengatakan pemerintah aceh berterima kasih atas terpilihnya Aceh sebagai tempat mendaratan pertama RI 01.

"Atas nama masyarakat Aceh, saya berterima kasih atas terpilihnya Aceh sebagai tempat landing perdana RI 01," sebut Ridwan.

Menurutnya Pemerintah Aceh juga berharap pesawat tersebut dapat memudahkan perjalanan dinas Kepresidenan dan mempererat hubungan Bilateral maupun Multilateral Indonesia. Metrotvnews.com, Banda Aceh, Rabu (16/4)(Agt)
Ronamasa